Danau Semayang laut yang tawar

Written by M.Napri on Saturday May 12, 2018

Satu di antara kehebatan; keistimewaan daya tarik wisata alam adalah perbedaannya. Gunung, bukit, sungai, danau, ada di mana-mana di penjuru negeri ini dan selalu saja berbeda dan perbedaan itu pula yang menjadi daya tariknya.

Demikian halnya dengan danau. Ada Danau Toba d Sumatera Utara, Danau Maninjau atau Singkarak di Sumatera Barat, Danau Tondano di Sulut, Danau Tempe di Sulsel, dan di Kalimantan Timur ada pula Danau yang cukup besar yang Danau Semayang, Melintang dan Danau Jempang.

(Jembatan Martadipura Kota Bangun)

Danau Semayang dan Danau Melintang adalah 2 buah danau yang berdekatan dan bersebelahan di Kutai Kartanegara, melingkupi wilayah Kecamatan Kenohan, Kota Bangun, Muara Muntai dan Kecamatan Muara Wis. Koordinat Danau Semayang adalah 0°13’36″S 116°28’5″E. Sedangkan Danau Melintang 0°17’17″S 116°20’52″E.

Danau Semayang dan Danau Melintang yang terletak di sebelah barat laut dari Kota Kecamatan Kota Bangun, adalah danau cantik dan menarik untuk dikunjungi. Jaraknya dekat, hanya sekira 2 jam jalan darat dari Pusat Kota Tenggarong arau 2'5-3 jan dari ibukota Kaltim Samarinda.

Danau Semayang dan Danau Melintang ini adalah danau yang terbentuk secara alami, yang terhubung aliran Sungai Mahakam yang luas dan lebar serta Sungai Belayan dan Sungai Kahala.

(senja di danau semayang)

#luas

Danau Semayang dan Danau Melintang ini berada di dataran rendah. Luas Danau Semayang kurang lebih 13000 hektar kedalaman 3,5 meter. Luas Danau Melintang kurang lebih 11000 hektar dengan kedalaman hanya 2 meter.

Jika musim hujan, kedalaman danau akan bertambah, bahkan kedua danau tak jelas lagi batasnya. Persis sepertl lautan. Akan tetapi, jika musim kemarau tiba, kedua danau bagai hamparan lahan kering dan tandus, dengan tanah-tanah yang merekah. Lautan yang luas itu berubah menjadi anak sungai. Perahu saja sulit untuk melewati.

Pada saat seperti ini, air yang berubah jadi hamparan tanah itu akan berubah menjadi lahan pertanian. Mereka yang pernah menyaksikan dua peristiwa yang berbeda ini pasti akan takjub dibuatnya.

(air terjun putang di kedang ipil)

Bagi penyuka ikan, danau ini memiliki berneka ragam ikan, di antaranya ikan toman (snake head/chana SP), lais (Krytoterus SP), jelawat (Laptobarbus hoeveni), haruan (Chana Striata), Puyu (anabas testudineus), baung (hemibragus), serta udang galah (Macrobrancium rosenbergii). Dengan melimpahnya potensi perikanan di Danau Semayang itu, maka mayoritas warga sekitar berprofesi sebagai pengusaha ikan, baik perikanan tangkap maupun olahan. Di danau ini juga akan dapat ditemui kehidupan Pesut, mamalia khas Sungai Mahakam.

Danau Semayang dalam kondisi air sedang dalam, maka dapat dipastikan ikan-ikan yang ditangkap nelayan akan melimpah ruah. Bahkan dalam satu hari, seorang nelayan bisa membawa pulang ikan dari berbagai jenis hingga puluhan kilogram.

#cara_menangkap_ikan

Cara menangkap ikan yang bermacam-macam, bagi warga yang bermukim di seputaran danau tentu bukan hal yang unik karena itu pekerjaan rutin setiap hari. Akan tetapi, bagi mereka yang hidup di perkotaan, kehidupan nelayan di sungai ataupun danau, tentu menjadi "sesuatu".

Panorama sungai dan danau serta kehidupan nelayan dengan aktivitasnya adalah salah satu magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke sini. Karena itu, saat bertemu Kades Pela, Sofyan Noor dan ketua kelompok sadar wisata Bekayuh Beumbai, kunyatakan agar Pela yang berada di tepian Danau Semayang di untuk mengembangkan kawasan ini sebagai kawasan tujuan wisata (destinasi wisata). Dengan demikian, kehidupan warga tidak sekedar bertumpu pada aktivitas perikanan itu semata.

(jika beruntung bisa melihat pesut, mamalia khas sungai mahakam)

Cara menangkap ikan yang dilakukan nelayan di Danau Melintang, misalnya, dapat dijadikan wisata budaya (tata cara kehidupan mencari rejeki) dan wisata edukasi serta lingkungan. Cara sawaran yaitu dengan menghadang gerombolan ikan agar yang masuk ke dalam jala yang dibuat berkamar-kamar, sangat unik dan menarik. Alat tangkap ini dipasang secara menetap di dalam air sepanjang 100 meter.

Sedangkan merempa adalah menghalau ikan menggunakan jala secara bersama-sama dilakukan oleh sekelompok nelayan berjumlah lima sampai 10 orang dengan membuat lingkaran besar, selanjutnya mereka bersama-sama memukul-mukul air hingga membuat kumpulan ikan menjadi panik, kegiatan memukul air terus sambil berjalan hingga lingkaran jala menjadi kecil dan akhirnya ikan bisa ditangkap.

Sebagian besar ikan hasil tangkapan, dijual langsung kepada pengepul yang datang dari Tenggarong dan Samarinda. Sebagiannya lagi diolah menjadi ikan asin lalu dikirim ke luar Kaltim.

Jika kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata, mungkin akan semakin berkurang cara menangkap ikan dengan cara yang tidak benar karena pasti akan banyak yang akan peduli.
Saat ini, masih ada ulah para pencari ikan dengan cara menyetrum. Mereka ingin mendapatkan hasil yang banyak dengan cara yang mudah cepat namun membahayakan habitat ikan. Memang hasil yang didapat banyak dan ikannya besar-besar tapi ikan yang kecil-kecil juga ikutan mati.

(serasa di tengah lautan)

Tindakan ini berbahaya dan mengancam ketersediaan ikan di danau ini. Harus ada tindakan tegas para penegak hukum. Jika ikan terancam itu sama dengan mengancam kehidupan pesut. Ikan bukan sekedar menghilangkan sumber protein manusia tapi juga mengancam kelestarian pesut, mamalia khas; endemik dan hanya terdapat di sungai Mahakam terutama di muara dan di sungai menuju danau ini.

Danau Semayang dan Melintang adalah satu di antara daya tarik yang bisa dikunjungi dalam satu hari. Akan lebih baik jika dua hari satu malam dan tidur di home stay yang sudah disiapkan Pokdarwis Bakayuh Baumbai.

#Terkoneksi_Wisata_Lainnya

Jika kita dari Samarinda, arahkan tujuan perjalanan ke kecamatan Kota Bangun. Perjalanan ke kota Bangun akan terkoneksi dengan wisata lainnya sebelum tiba di Kota Bangun. Selepas Tenggarong, ibukota Kutai Kertanegara dengan objek wisata pulau Kumala, Museum Mulawarman, Ladang Budaya, Museum Kayu, Waduk Sukarame, kita bisa mengunjungi desa wisata berbasis budaya dan alam Kedang Ipil, bermain air di Kandua Raya, menikmati pesona air terjun Putang, barulah ke Kota Bangun menengok rumah tua dan pengrajin kapal kayu.

(bermain air di kandua raya)

Bisa tidur di penginapan yang ada di Kota Bangun, esoknya menuju Danau Semayang dan Melintang melalui sungai Pela. Jika beruntung, akan bertemu dengan mamalia khas sungai Mahakam yaitu Pesut. Setelah itu, barulah menikmati kedua danau dengan kehidupan petani nelayan yang akan "memberi asupan lain bagi jiwa kita." Kalau mau yang lain, cobalah berenang dan meloncat dari menara yang ada di tengah-tengah danau Semayang.

Jika dari Samarinda, maka perjalanannya adalah sebagai berikut. Samarinda > Air Hitam > L1 Tenggarong > Tenggarong Seberang > Jembatan Tenggarong > Tenggarong > Jonggon > Kota Bangun > Dermaga Kota Bangun > Perahu Ces / Speed Boat Kota Bangun-Danau Semayang/Melintang.

Menikmati sunrise atau sunset di danau Melintang adalah pengalaman hidup yang tak akan terlupakan. Danau Semayang dan Melintang dengan segala pesonanya adalah serpihan keindahan ciptaan Allah SWT. Berada di tengah danau, akan semakin menyadarkan betapa Ia Mahakuasa dan Mahaperkasa.***

-241217-

About author

author image
Syafruddin Pernyata

Penulis , traveler, pencinta kaltim, menulis di Unviersitas kehidupan